Ukuran Kebijakan Komunikasi Dan Indikatornya

In: Other Topics

Submitted By poee
Words 498
Pages 2
Ukuran Kebijakan Komunikasi dan Indikatornya Berikut ini merupakan ukuran-ukuran yang dapat menentukan apakah sebuah kebijakan komunikasi itu bagus atau tidak: 1. Partisipatif Menurut Hetifah Sj. Soemarto, partisipasi berarti proses ketika warga sebagai individu maupun kelompok sosial dan organisasi, mengambil peran serta ikut mempengaruhi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kebijakan kebijakan yang langsung mempengaruhi kehiduapan mereka. Kualitas kebijakan komunikasi yang diukur melalui tingkat partisipatifnya dapat dilihat melalui 2 indikator. Pertama, informasi yang diterima masyarakat dari tindakan partisipatifnya mengenai kondisi, kebutuhan, dan sikap masyarakat serta pengaruhnya terhadap proses pembuatan kebijakan. Kedua, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan tersebut yang dipengaruhi oleh ada tidaknya keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan. Masyarakat tentunya akan lebih mempercayai sebuah kebijakan jika mereka ikut dilibatkan dalam proses pembuatannya. Jadi partisipatif yang dimaksud dalam hal ini tidak hanya dalam hal setuju atau menentang sebuah kebijakan komunikasi namun juga mengusulkan adanya kebijakan tertentu jika diperlukan dan ikut terlibat dalam proses pembuatannya. 2. Masuk akal Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masuk akal berarti dapat diterima oleh akal, tidak aneh, tidak mustahil, dan logis. Sama halnya dengan kebijakan komunikasi yang masuk akal berarti bahwa sebuah kebijakan harus memiliki permasalahan yang jelas, tidak mengada-ada, dan dapat diterima dengan akal sehat demikian pula dengan penyelesaiannya. Indikator masuk akal dalam hal ini dapat dilihat dari proses pengambilan kebijakan yang dihadapkan pada suatu masalah, tujuan dan nilai-nilai yang ingin dicapai, serta alternatif kebijakan yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang dirumuskan. 3. Berdaya Kebijakan…...

Similar Documents

Csr Dan Hubungannya Dengan Kinerja Perusahaan

...ekonomi dan legal kepada pemegang saham (shareholder), tapi juga kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). CSR menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial, lingkungan, dan keuangan. Menurut The World Business Council for Sustainable Development, CSR merupakan komitmen dan kerjasama antara karyawan, komunitas setempat, dan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dari aspek ekonomi, perusahaan mengungkapkan suatu apabila informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dari aspek investasi, investor cenderung menanamkan modal pada perusahaan yang memiliki kepedulian pada masalah sosial. Perusahaan akan menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam aspek hukum, perusahaan harus taat pada peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 dan Undang- Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang mengharuskan perseroan melaksanakan aktivitas CSR (Zarkasyi, 2008). Dengan demikian, CSR merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Pelaksanaan aktivitas CSR tidak bisa terlepas dari penerapan good corporate governance. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan corporate governance adalah mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab perusahaan pada masyarakat dan......

Words: 3307 - Pages: 14

Tanggung Jawab Dan Tujuan Audit, Bukti Audit

...BAB 6 : TANGGUNG JAWAB DAN TUJUAN AUDIT TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Auditor mengumpulkan bukti untuk membuat kesimpulan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan untuk menentukan keefektifan pengendalian internal, setelah itu baru menerbitkan laporan audit yang tepat. Langkah-langkah untuk mengembangkan tujuan audit : 1. Memahami tujuan dan tanggung jawab audit 2. Membagi laporan keuangan menjadi berbagai siklus 3. Mengetahui asersi manajemen tentang laporan keuangan 4. Mengetahui tujuan audit umum untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan 5. Mengetahui tujuan audit khusus untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Tanggung jawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang baik, menyelenggarakan pengendalian yang memadai, dan menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di pundak manajemen, bukan di pundak auditor. Karena menjalankan bisnis sehari-hari, manajemen perusahaan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang transaksi perusahaan serta aktiva, kewajiban, dan ekuitas terkait ketimbang auditor. Sebaliknya, pengetahuan auditor akan masalah ini serta pengendalian internal hanya terbatas pada......

Words: 3546 - Pages: 15

Psikologi Komunikasi

...tumbuhan dan tanaman guna mendukung manfaat ekologi, sosial, budaya, ekonomi dan estetika (Permendagri 1 tahun 2007) b. Area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam (UU no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang) Biasanya ruang terbuka hijau ini berbentuk jalur mengikuti bentukan sungai, jalan, pantai dan lainnya. Bentuk konkrit yang paling umum dijumpai adalah jalur hijau sepanjang jalan dan daerah-daerah resapan air. Tanaman yang ada adalah jenis pohon (seperti Damar, Palem Raja), perdu berbunga (seperti Oleander, Nusa Indah), semak (Anak Nakal dan Teh-tehan) dan tanaman penutup tanah (Kriminil dan rumput). 2. Ruang Terbuka Non Hijau Ruang terbuka non hijau dapat berupa ruang terbuka yang diperkeras (paved) maupun ruang terbuka biru (RTB) yang berupa permukaan sungai, danau, maupun area-area yang diperuntukkan sebagai kawasan genangan (retention basin). Besaran ruang terbuka di perkotaan dapat dilihat pada diagram II.1 berikut ini: Tujuan pembentukan Ruang Terbuka Hijau adalah: 1. Meningkatkan mutu lingkungan hidup perkotaan dan sebagai pengaman sarana lingkungan perkotaan 2. Menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan bimaan yang berguna bagi kepentingan masyarakat. (Inmendagri No. 14 Tahun 1988 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Perkotaan) Fungsi RTH menurut Faisal( 2009) adalah: 1. Konservasi Tanah dan......

Words: 6309 - Pages: 26

Implementasi Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial Pt Pertamina

...PAPER INTRODUCTIONS TO BISNIS “Implementasi Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial PT PERTAMINA” 1261026 EGI DUANITA MEIKASAPTA PT. PERTAMINA (persero) adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang usaha minyak, gas bumi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang terkait baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tujuan dari PT. PERTAMINA itu sendiri adalah memberikan yang terbaik serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa dan negara dalam hal pemanfaatan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia. PT. PERTAMINA juga berkomitmen untuk berupaya untuk melalukan perbaikan dan inovasi baru sesuai tuntutan kondisi global. PT. PERTAMINA (Persero) berkomitmen untuk melaksanakan Tata Kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari usaha untuk pencapaian Visi dan Misi perusahaan. Etika Kerja dan Bisnis (EKB) merupakan salah satu wujud komitmen tersebut. EKB mencakup seperangkat aturan perilaku yang dimiliki oleh pekerja PT PERTAMINA, baik dalam hubungan internal/antara sesama pekerja PT PERTAMINA maupun dengan pihak eksternal. EKB merupakan referensi bagi pekerja yang mengalami keragu-raguan dalam menjalankan kegiatan bisnis pada situasi-situasi tertentu. EKB Perusahaan terbagi atas tujuh poin utama, yaitu: 1. Kesetaraan & Profesionalisme: Proses menuju World Class, PT PERTAMINA dibangun melalui pengembangan pekerja yang profesional berlandaskan tata nilai, berintegritas, berwawasan luas dan saling menghargai serta didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif.......

Words: 974 - Pages: 4

Pemaparan Dan Analisa Kebijakan Fiskal Periode Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

...PEMAPARAN DAN ANALISA KEBIJAKAN FISKAL PERIODE PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Disusun sebagai Makalah Akhir Mata Kuliah Perekonomian Indonesia OLEH: AHMAD MUFTI FANNANI NPM: 1006689750 UNIVERSITAS INDONESIA DESEMBER 2012 Gambaran Tujuan Kebijakan dan Peranan Fiskal Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2009 Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara. Untuk anggaran belanja Negara sendiri terdiri dari : 1. Penerimaan atas pajak  2. Pengeluaran pemerintah (government expenditure)  3. Transfer pemerintah, yang contohnya seperti pemberian beasiswa atau bantuan-bantuan, yang balas jasanya tidak secara langsung diterima oleh pemerintah. Faktor utama dari kebijakan fiskal sendiri adalah pajak dan pengeluaran pemerintah. Yang jika tingkat dan komposisi dari kedua factor ini berubah akan mempengaruhi variabel-variabel seperti : * Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi * Pola persebaran sumber daya * Distribusi pendapatan Di Indonesia, selain tax cut (kesinambungan beban pajak) dan spending increase (kenaikan belanja pemerintah), ada lagi bentuk- bentuk lain dari kebijakan fiskal. Salah satu contohnya adalah BLT (bantuan langsung tunai), tidak sesederhana seperti yang terlihat, sebetulnya penggunaan metode BLT itu memiliki tujuan tersendiri dari pemerintah. Tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk memperbaiki......

Words: 2076 - Pages: 9

Komunikasi Antar Budaya

...Sc., dosen mata kuliah Komunikasi Bisnis yang telah membantu dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran. Penulis juga berterima kasih kepada teman-teman yang turut serta mendukung penulisan Makalah ini hingga selesai. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang turut membantu dan memberikan dukungan. Makalah ini berisikan pembahasan mengenai komunikasi antarbudaya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbisnis. Penulis menyadari banyaknya kekurangan yang terdapat dalam Makalah ini. Oleh karena itu, penulis meminta kritik dan saran dari pembaca. Semoga kritik dan saran yang diberikan dapat membantu penulis untuk menghasilkan Makalah yang lebih baik. Jakarta, Mei 2013 Penulis DAFTAR ISI Kata Pengantar .......................................................................................................... 1 Daftar Isi .......................................................................................................... 2 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ...................................................................... 3 1.2 Rumusan Masalah ……………………………………............ 3 Bab II Isi 2.1 Definisi komunikasi antar budaya …….……………..... 4 2.2 Hubungan Komunikasi dengan Kebudayaan ..................... 4 2.3 Fungsi-Fungsi Komunikasi Antarbudaya …………........... 5 2.4 Keunggulan Angkatan Kerja yang Multikultur ……….…. 7 2.5 Tantangan Komunikasi Antarbudaya ......

Words: 4788 - Pages: 20

Tujuan Dan Bukti Audit

...BAB 6 TUJUAN DAN BUKTI AUDIT TUJUAN AUDIT Tujuan umum audit adalah untuk menyatakan pendapat atas kewajaran. Dalam semua hal yang meterial, posisi keuangan dan hasil usaha serta arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Tujuan audit spesifik ditentukan berdasar asersi-asersi yang dibuat oleh manajemen yang tercantum dalam laoran keuangan. Asersi-asersi diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Keberadaan atau Keterjadiaan Asersi tentang keberadaan atau keterjadiaan berhubungan dengan apakah aktiva atau utang benar terjadi selama periode tertentu. Asersi keberadaan berkaitan dengan akun-akun riil yang tercantum pada neraca. 2. Kelangkapan Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun (rekening) yang semestinya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan. 3. Hak dan Kewajiban Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan dua hal, yaitu : a. Apakah aktiva yang tercantum dalam laporan keuangan benar-benar merupakan hak perusahaan pada tanggal tertentu. b. Apakah utang yang tercantum dalam laporan keuangan benar-benar merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. 4. Penilaian atau Pengalokasian Asersi tentang penilaian dan pengalokasian berhubungan dengan apakah komponen-komponen aktiva, utang, pendapatan, dan biaya sudah dimasukkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. 5. Penyajian dan Pengungkapan Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan......

Words: 2575 - Pages: 11

Analis Kebijakan Piutang

...Accounting Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/aaj ANALISIS KEBIJAKAN HUTANG Rona Mersi Narita  Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima September 2012 Disetujui Oktober 2012 Dipublikasikan November 2012 Keywords: Free Cash Flow and Leverage Institusional Ownership Liquidity Profitability Size of The Firm Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas, kepemilikan institusional, profitabilitas dan free cash flow terhadap kebijakan hutang. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2009-2010. Sedangkan sampel yang memenuhi syarat adalah 82 Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2009-2010. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Metode statistik menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, dengan pengujian hipotesis uji statistik t dan uji statistik F, dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel ukuran perusahaan tidak mempengaruhi kebijakan hutang. Likuiditas berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Kepemilikan Institusional tidak mempengaruhi kebijakan hutang, profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan hutang, dan free cash flow tidak mempengaruhi kebijakan hutang, Pengujian secara simultan kelima variable ini mempunyai pengaruh terhadap kebijakan hutang. Abstract This study aims to to analize the influence of firm......

Words: 2850 - Pages: 12

Perbedaan Risc Dan Cisc

...ANALISA PERBANDINGAN ARSITEKTUR RISC DAN CISC M. Afif Izzuddin 11251102067 Teknik Informatika – Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Qasim Riau Email : afif.izzuddin94@yahoo.com ABSTRAK Terdapat dua konsep yang populer yang berhubungan dengan desain CPU dan set instruksi yaitu Complex Instruction Set Computing (CISC) dan Reduce Instruction Set Computing (RISC). RISC merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk mengeset instruksi dalam komunikasi diantara arsitektur lainnya. CISC atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek. RISC dimaksudkan untuk menyederhanakan rumusan perintah sehingga lebih efisen dalam penyusunan kompiler yang ada. Walaupun sistem sekarang terdiri atas kedua sistem tersebut. Sistem RISC lebih populer saat ini karena tingkat kinerjanya, dibandingkan dengan sistem CISC. Namun karena biaya yang dibutuhkan tinggi, sistem RISC hanya digunakan ketika membutuhkan kecepatan khusus, keandalan, dan sebagainya. ABSTRACT There are two popular concepts related to the design of the CPU and instruction set that is Complex Instruction Set Computing ( CISC )...

Words: 2145 - Pages: 9

Price Strategies Unilever Dan Nestle

...Pemasaran Dosen : Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc UJIAN AKHIR TRIWULAN PRICE STRATEGIES UNILEVER DAN NESTLE Oleh: ` Marza Riyandika Nugraha P056132311.51 MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan PRICE STRATEGIES. Harga adalah salah satu elemen dari bauran pemasaran yang dapat menghasilkan pendapatan, sementara elemen lainnya menghasilkan biaya. Dan harga merupakan elemen termudah dalam pemasaran untuk diubah, jika dibandingkan dnegan fitur produk, saluran distribusi dan komunikasi yang membutuhkan lebih banyak waktu. Harga juga mampu mengkomunikasikan pada pasar positioning nilai perusahaan dari sebuah produk atau merek. Sehingga produk yang dipasarkan dan didesign dengan baik dapat diberikan harga premium dan meraih untung yang besar. Namun realita ekonomi yang tidak menentu membuat konsumen lebih berhati-hati membelanjakan uangnya, sehingga perusahan perlu meninjau strategi harganya dengan hati-hati agar dapat menentukan kombinasi yang tepat dimana konsumen mampu membayar dan perusahaan mendapatkan laba yang diinginkan.oleh karena itu strategi harga adalah suatu aktivitas dalam mencari harga optimum sebuah produk berdasarkan pertimbangan tujuan pemasaran, permintaan konsumen, atribut produk, harga pesaing dan tren ekonomi maupun pasar. 2. Jelaskan strategi harga yang akan dilaksananakan oleh Nestle dan Unilever. Perilaku konsumen terkadang sulit untuk diprediksi selain karena faktor......

Words: 971 - Pages: 4

Komunikasi

...SARAWAK ------------------------------------------------- 94300 KOTA SAMARAHAN, SARAWAK ------------------------------------------------- FACULTY OF SOCIAL SCIENCES SSF 2014 RESEARCH METHODS RESEARCH PROPOSAL TAJUK: RUANG KOMUNIKASI SERTA BUDAYA PELAJAR LELAKI LEMBUT DAN PERSEPSI PELAJAR NORMAL DI UNIMAS DISEDIAKAN UNTUK PROF DR DIMBAB NGIDANG DISEDIAKAN OLEH MOHD NASHRIQ BIN NIZAM 37120 WA02 DUE DATE: 11 APRIL 2014 Isi Kandungan Tajuk | BAB 1PENGENALAN * 1.0 Pendahuluan * 1.1 Latar Belakang Kajian * 1.2 Penyataan Masalah * 1.3 Persoalan Kajian * 1.4 Matlamat Kajian * 1.5 Objektif Kajian * 1.6 Skop Kajian * 1.7 Kepentingan KajianBAB 2KAJAN LITERATUR * 2.0 Pengenalan * 2.1 Definisi Konsep dan Operasional * 2.2 Teori Kajian * 2.3 Hipotesis * 2.4 RumusanBAB 3KAJIAN METODOLOGI * 3.0 Pendahuluan * 3.1 Jenis Metodologi * 3.2 Pengumpulan Data * 3.3 Populasi Kajian * 3.4 Persampelan * 2.5 Instrumen Kajian * 2.6 Kawasan Kajian * 2.7 Skop Kajian * 2.8 Kod Etika * 2.9 Limitasi KajianRUJUKANAPPENDIX | BAB 1 PENGENALAN 1.0 Pendahuluan Bahagian ini menerangkan tentang latar belakang kajian, persoalan kajian, pernyataan masalah, matlamat kajian, objektif kajian, skop kajian dan kepentingan kajian. Pada 18 Julai 2011, Mohd. Ashraf Hafiz telah menggemparkan tanah air dengan membuat permohonan untuk menukar status jantinanya kepada perempuan di Mahkamah Sesyen Kuala Terengganu. Dia dikatakan telah......

Words: 8224 - Pages: 33

Individu, Kelompok, Dan Masyarakat

........19 Komunikasi..................................................................................................................22 Masyarakat...................................................................................................................25 Kebudayaan..................................................................................................................29 Kesimpulan...................................................................................................................37 Pengantar Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. Tuhan memberikan otak dan hati nurani kepada manusia agar manusia dapat berpikir dan memutuskan sendiri apa yang baik dan tidak baik. Otak manusia memiliki cara kerja yang berbeda-beda sehingga menghasilkan individu dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Dengan segala keragaman dan perbedaannya, manusia yang pada hakikatnya adalah mahluk sosial membentuk kelompok dan kelompok-kelompok tersebut membentuk masyarakat yang terikat pada suatu tradisi dan adat istiadat dalam suatu kebudayaan yang dapat berubah seiring dengan perkembangan jaman. Fungsi Otak 1.1 Tiga Serangkai Otak (The Triune Brain) Otak memiliki tiga lapisan. Lapisan yang tertua dikenal sebagai R-complex, lapisan kedua disebut Limbic System, dan yang terakhir adalah Neocortex. Masing-masing lapisan memiliki ciri-ciri dan fungsi yang berbeda namun lapisan-lapisan tersebut saling berhubungan dan bekerja......

Words: 7695 - Pages: 31

Desentralisasi Fiskal Dan Pertumbuhan Ekonomi

...DESENTRALISASI FISKAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH Fiscal Decentralitation and Regional Economic Growth Murdiono1 1Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Jl. Dr Wahidin Raya No 1, Jakarta 10710, Indonesia, murdiono@depkeu.go.id Makalah diterima: 23 Februari 2015 Disetujui diterbitkan: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sampel yang dipilih adalah seluruh pemerintah provinsi yang menerima alokasi dana perimbangan dari tahun 2010-2013 kecuali DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Stastisik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Kemudian data diolah dan dianalis melalui analisis deskriptif dan pengolahan analisis regresi berganda dengan aplikasi eviews6. Hasil penelitian menunjukkan baik secara parsial maupun bersama-sama, desentralisasi fiskal (alokasi DBH dan DAU) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB). Untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan daerah, maka daerah harus berusaha mengoptimalkan DBH, mengurangi ketergantungan terhadap DAU dan meningkatkan sumber PAD. Kata Kunci: desentralisasi fiskal, kemandirian daerah, pertumbuhan ekonomi daerah. Abstract This study aim to know the effect of fiscal decentralization on regional economic growth. The selected sample is the entire provincial governments that receive equalization fund allocation......

Words: 3959 - Pages: 16

Kebijakan Deviden

...Deviden merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang saham. Kebijakan deviden menyangkut keputusan untuk membagikan laba sebagai deviden atau menahannya guna diinvestasikan kembali di dalam perusahaan (laba ditahan). Deviden yang dibayarkan kepada para pemegang saham tergantung kepada kebijakan masing-masing perusahaan, sehingga memerlukan pertimbangan yang lebih serius dari manajemen perusahaan. Manajer keuangan dituntut untuk bisa menetukan kebijakan deviden yang optimal, yang menciptakan keseimbangan antara deviden saat ini dan pertumbuhan di masa akan datang. Oleh karena itu, dalam menentukan kebijakan deviden, perusahaan perlu mempertimbangakan berbagai faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Kebijakan deviden menyangkut tiga masalah yaitu seberapa banyak laba yang harus dibagikan secara rata – rata selama jangka waktu tertentu, apakah pembagian tersebut dalam bentuk tunai atau pembelian kembali, dan apakah perusahaan sebaiknya mempertahankan tingkat pertumbuhan deviden yang stabil. Dalam kenyataannya, kebijakan deviden menuai beberapa kontroversi dari para ahli keuangan. Banyak hal yang perlu dipelajari dan dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan deviden, baik resiko maupun manfaatnya bagi perusahaan, pemegang saham, sekaligus buruh yang berperan dalam kenaikan laba perusahaan. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk mengulas paper berjudul “Kebijakan Deviden” ini. ➢ Rumusan Masalah ......

Words: 9947 - Pages: 40

Komunikasi Privasi Manajemen Teori

... Devi Apriliani Sartika Sari 17 / REG / CC Words Count : 312 1. Ways Of Knowing : Discovering Truth Or Creating Multiple Realities ? Dalam komunikasi istilah Teori Epistemologi merupakan teori yang mempunyai makna pengetahuan. Epistemologi ialah cabang ilmu filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode, dan batasan pengetahuan manusia yang bersangkutan dengan syarat bagi penilaian kebenaran dan kepalsuan terhadap pengetahuan tersebut. Oleh sebab itu, teori ini mendorong manusia untuk bisa berfikir dan menciptakan kreasi untuk menemukan sesuatu yang baru yang belum pernah ada sebelumnya. Semua yang sudah ada dalam bentuk teknologi yang canggih dan modern merupakan hasil yang terlihat konkrit sebagai pemikiran-pemikiran secara epistemologis, yaitu melalui pemikiran mengenai bagaimana cara mewujudkan sesuatu lalu perangkat apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung mewujudkannya serta lain sebagainya. Saya tertarik mengambil teori ini karena dalam mempelajari teori ini kita dituntut untuk bisa berkreasi, menciptakan sesuatu yang baru dari apa yang kita pahami. Selain itu teori ini juga melatih kita untuk lebih pintar akan pengetahuan-pengetahuan yang akan diperoleh nantinya. 2. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya ada seseorang yang sedang berusaha untuk berkreasi menciptakan sesuatu yang baru dan sering mengalami kegagalan. Dalam setiap kegagalan yang dialami itu dimanfaatkan sebagai proses untuk menuju keberhasilan. Faktor- faktor penyebab yang menghambat......

Words: 323 - Pages: 2